Dluvux Blog
Headlines News :

Featured News

Latest Post

Meningkatkan Kekebalan Alami Tubuh Dengan Cara Alami



Kekebalan tubuh merupakan faktor penting untuk mencegah timbulnya penyakit, khususnya saat musim hujan seperti saat ini. Tidak perlu dengan menggunakan obat, berikut 8 cara alami meningkatkan kekebalan tubuh, seperti dikutip dari Times of India, Selasa (30/04/2013):

1. Masukkan ikan dalam menu sehari-hari

Asam lemak esensial omega-3 yang terdapat dalam ikan dapat meningkatkan kekebalan tubuh secara alami. Jika Anda seorang vegetarian dan tidak tahan aroma ikan, menempel pada suplemen minyak ikan tersedia di atas meja.

2. Konsumsi buah-buahan dan makanan merah

Termasuk apel merah, anggur, dan bawang merah, semua ini termasuk dan dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh.

3. Stres yang diatasi dengan benar

Stres dan kekebalan berjalan beriringan. sel pembunuh mengurangi dapat ekstrim membuat tingkat kekebalan meningkat. Pelajari beberapa kegiatan seperti olahraga untuk membantu menurunkan tingkat stres.

4. Perbanyak waktu istirahat

Kurang tidur meningkatkan kadar protein yang terkait dengan peradangan dan mengurangi kekebalan tubuh alami. Pastikan Anda tidur minimal 7 sampai 8 jam setiap malam. Ini tidak hanya untuk kecantikan, tetapi juga untuk kesehatan.

5. Berjalan-jalan atau beraktivitas ringan

Aktivitas fisik dapat membantu menjaga kekebalan utuh. Hal ini telah dibuktikan, bahwa orang yang berolahraga selama 5 hari dalam seminggu lebih tahan terhadap pilek dan flu.

6. Konsumsi cukup vitamin C

Vitamin C lebih alami untuk membunuh kuman.vitamin C diperlukan per hari. Vitamin C alami bisa didapatkan dari paprika, jeruk, atau strawberry.

7. Cukupi kebutuhan vitamin D

Tidak banyak yang tahu bahwa kekurangan vitamin D dapat mengurangi kekebalan tubuh. mendapat cukup vitamin D, misalnya dari susu, sereal, ikan salmon, dan telur.

8. Konsumsi zat besi

Zat besi juga penting, cukupi kebutuhannya Zat besi membantu meningkatkan kekebalan tubuh, bahkan dapat melawan sel kanker. 12 miligram kebutuhan sehari dapat diperoleh dari kepiting, kerang, daging unggas, kacang-kacangan, kacang mete, dan yoghurt.


SUMBER : health.detik.com

Shoko Tendo : Putri Pemimpin Yakuza



Yakuza Moon, Memoirs of a Gangster's Daughter adalah sebuah buku yang ditulis oleh Shoko Tendo, putri kandung seorang pemimpin Yakuza pada zamannya.

Memiliki kekayaan dan kekuasaan di beberapa daerah hingga mempunyai banyak aset bisnis. Shoko Tendo menghabiskan masa remajanya dalam pergaulan dunia obat- obatan keras dan seks, juga menaungi dirinya dengan jati diri ‘Gangster cilik’.



Hidupnya telah dipenuhi oleh kekerasan, kecanduan narkoba dan pemerkosaan. Saat pembuatan buku tersebut (2004), Shoko baru berusia 32 tahun, ia mengubah hidup di sekeliling sebelum menulis biografinya, Yakuza Moon “Memoar Seorang Putri Gangster Jepang”, yang telah terjual hampir 100.000 eksemplar saat itu. Buku ini menawarkan pemandangan langka seorang wanita tentang perut kriminal Jepang, kejamnya dunia yang dikuasai oleh para yakuza muda, banyak dari mereka yang tampaknya telah mengalahkan jati diri aslinya.

Ia mengingat suatu peristiwa dari masa kecilnya, ketika seorang gangster muda datang ke rumah mereka dan menyerahkan potongan jarinya kepada ayahnya -suatu penebus kesalahan dalam adat Yakuza-

"Ibuku menutup mataku, namun aku masih dapat melihat cucuran darah dari tangannya"

"Ayahku saat itu marah besar dan memukul kepala lelaki itu"

"Katanya, 'kenapa kamu memotong jarimu? Kamu membutuhkannya untuk bekerja',"




Dari semua kejadian yang Shoko alami telah meninggalkan bekas luka seperti patah tulang dan gigi, gendang telinga berlubang, hernia, dan hepatitis, mungkin dampak dari penggunaan narkoba juga. Operasi plastik telah membantu merekonstruksi wajahnya, namun kesehatannya sangat rawan walau dia sudah mulai pulih dari berbagai operasi yang ia jalani.

Sepanjang masa kecilnya, Tendo mendengarkan cerita- cerita romantis tentang kehormatan yakuza dan perannya dalam masyarakat. Cerita-cerita tersebut merupakan pembelaan dari ayahnya, meskipun keterlibatannya massa dalam prostitusi, narkoba, penipuan real estate dan bahkan pembunuhan telah diketahui Shoko.



Shoko memiliki sebuah "keputusan yang mengubah hidup" untuk mendapatkan tatto agar memberikan kekuatan mental dan kepercayaan diri untuk bangkit dari keterpurukan kehidupan yang telah ia jalani selama ini. Tubuhnya sekarang menjadi kanvas, beriak bertinta naga, bunga, Phoenix dan pelacur. Shoko tidak pernah menyesali tattonya, walaupun harus tetap tertutup dalam penampilannya karena ia tinggal di Negara yang hidupnya bersebrangan dengan ‘yakuza’. Tapi dia tetap berjuang untuk menjelaskan mengapa ia akan memperdalam hubungan simboliknya dengan yakuza bahkan saat ia memutuskan hubungan cintanya.



Dan saat ini, Shoko adalah ibu tunggal dari putrinya yang dia besarkan sejak saat ia mulai menulis kelanjutan untuk Yakuza Moon. Pasangannya adalah seorang fotografer dan jauh dari orang-orang sesama ‘yakuza’ yang hampir menghancurkan hidupnya.

Shoko Tendo, salah satu Wanita ‘terhebat’ di dunia, ia berani mempublikasikan aib kisah kehidupannya pada masyarakat melalui karya tulisannya yang pertama, Yakuza Moon “Memoar Seorang Putri Gangster Jepang”. Dimana dalam buku tersebut jelas menceritakan seluk-beluk dan kepahitan hidup yang ia jalani selama ini, buku dimana yang isinya mengupas sisi lain kehidupan seorang putri gangster.

SUMBER : m.kaskus.co.id/thread/517657b91cd719ba13000000

Angin Kencang Pada Saat Kebakaran



Sering kita mendengar berita, melihat tayangan di televisi atau bahkan melihat atau mengalami sendiri bahwa setiap ada peristiwa kebakaran sering di lokasi tersebut bertiup angin kencang, sehingga lebih mempersulit petugas untuk memadamkan api.

Perhatikan kutipan berita dari Liputan6.com berikut: ”Liputan6.com, Palu : Kebakaran menghanguskan 3 blok bangunan Hotel Sutan Raja di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (01/03/13). Bahkan api juga merembet ke sebuah kios di seberang jalan. Kobaran api yang membubung ke udara membuat warga yang tinggal dekat proyek pembangunan Hotel Sutan Raja di Jalan Abdul Rahman Saleh, Kota Palu, Sulawesi Tenggara sempat panik. Sebab saat kebakaran terjadi angin juga bertiup kencang sehingga warga khawatir api akan merembet ke rumah mereka. (Liputan6.com Posted: 02/03/2013 00:5)”

Mengapa peristiwa itu dapat terjadi, mari kita ikuti uraian di bawah ini.

Udara di sekitar kita termasuk zat atau benda gas. Semua zat mempunyai berat jenis, yaitu berat zat tiap-tiap satuan volumnya. Besarnya berat jenis dipengaruhi oleh banyaknya partikel zat dalam satu-satuan volum tertentu. Perubahan suhu zat akan merubah susunan partikel zat tersebut. Semakin tinggi suhu zat, semakin besar aktivitas gerak partikel zat sehingga jarak antar partikelnya semakin renggang. Ini menyebabkan jumlah partikel dalam satu-satuan volum berkurang dan otomatis berat zat tersebut tiap-tiap satuan volume juga semakin berkurang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa udara yang suhunya naik, berat jenisnya semakin kecil. Udara yang berat jenisnya kecil menjadi lebih ringan dan akan bergerak ke atas, sehingga ditempat yang ditinggalkan tejadi kekosongan udara. Kekosongan ini akan diisi oleh udara dari tempat lain yang suhunya lebih rendah. Dari sinilah bertiupnya angin.

Pada peristiwa kebakaran, udara ditempat itu suhunya naik sehingga berat jenisnya turun. Udara dengan berat jenis lebih rendah ini akan bergerak ke atas. Kekosongan udara ditempat yang ditinggalkan (lokasi kebakaran) akan diisi oleh udara dari tempat lain, sehingga mengalirlah udara ke tempat itu. Udara yang bergerak atau mengalir inilah yang disebut angin.


SUMBER : kompasiana - Oleh: Ratna Widayat | 10 April 2013 | 09:18 WIB

Seorang Polisi Teladan Yang Patut Dicontoh Polisi Saat Ini

,


Kapolri Jenderal Hoegeng yang menjabat tahun 1968-1971, dikenal sebagai pejabat polisi paling jujur. Begitu juga Irjen Ursinus Elias Medellu yang menjabat sebagai komandan lalu lintas Polri tahun 1965-1972. Teladan Hoegeng diikuti Ursinus. Keduanya antikorupsi, dan tak mempan sogok. Ursinus memang mengidolakan Hoegeng sebagai komandannya.

Tak hanya jujur, keduanya pun memiliki prestasi membanggakan di bidang pekerjaan masing-masing. Hoegeng memberantas perjudian dan narkoba. Dia juga membongkar penyelundupan ratusan mobil mewah Robby Tjahjadi. Sementara Ursinus menciptakan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Dia juga yang memperbaiki sistem tilang polisi lalu lintas.

Adapun tujuh Persamaan Jenderal Hoegeng dan Irjen Ursinus, adalah :

1. Tolak upeti di Medan

Ketika masih berpangkat perwira menengah, Hoegeng bertugas di Medan, Sumatera Utara. Hoegeng menolak semua pemberian dari bandar judi. Mulai dari mobil, rumah, bahkan perabot rumah tangga. Tindakan Hoegeng ini melawan kebiasaan. Biasanya para aparat terlena disogok bandar judi sehingga membiarkan judi merajalela. Sementara itu Ursinus menjabat Kadapol (kini Kapolda) Sumatera Utara tahun 1972-1975. Ursinus menolak pemberian para pengusaha, termasuk jatah 1.000 liter minyak sawit. Dia marah dan meminta tak ada upeti semacam ini lagi untuk para polisi.

2. Gemar blusukan

Jenderal Hoegeng selalu berkeliling sebelum berangkat ke kantor. Dia tak segan-segan turun tangan mengatur lalu lintas sendiri jika ada jalan macet dan tak ada polisi lalu lintas. Hoegeng bahkan pernah menyamar untuk membongkar sindikat peredaran narkoba. Begitu pula Irjen Ursinus. Saat masih menjabat Dirlantas dia selalu memeriksa apakah ada polisi yang masih menerima suap di jalan raya. Sementara saat menjadi Kepala Polisi Sumatera Utara dia mengecek kesiapan pasukan pada pukul 04.00 dini hari. Polisi yang tak disiplin langsung dikirim ke Markas Brimob untuk dilatih lagi.

3. Jujur dan antikorupsi

Kalau mau kaya, dua jenderal ini sebenarnya bisa korupsi dan makan uang negara. Jenderal Hoegeng dan Ursinus bahkan bisa memperkaya diri hingga tujuh turunan. Tapi karena keduanya jujur dan antikorupsi, tak ada satu sen pun uang haram mereka ambil. Keduanya tak tergiur uang ratusan juta yang bukan hak mereka. Hoegeng begitu keras memerangi korupsi. Begitu juga Ursinus. "Kalau mau kaya saya tak jadi polisi. Saya jadi polisi karena ingin mengabdi," tegas Ursinus.

4. Kerja keras nyaris 24 jam

Kapolri Jenderal Hoegeng selalu membuka pintu walau di malam hari bagi semua urusan kepolisian. Jika tak ada tamu, Hoegeng gemar main radio panggil. Lewat radio itu, Hoegeng mengecek kondisi seluruh Polda di Indonesia. Lewat radio juga seluruh rakyat bisa langsung mengadu pada Hoegeng. Jika ada kasus, paginya Hoegeng langsung memberikan perintah agar diusut. Begitu juga dengan Irjen Ursinus. Seluruh waktunya dihabiskan untuk urusan kepolisian. Walau sudah larut malam, Ursinus tak akan berhenti bekerja. Keluarga pun dinomorduakan. "Anak pertama papa itu polisi, lalu polisi, baru kami-kami ini," kata putra sulung Ursinus, Elias Christian Medellu menggambarkan kinerja ayahnya.

5. Jadi teladan untuk anak buah

Polwan Hajaty Chambo, asisten Ursinus menceritakan soal teladan bosnya. Hajaty bercerita walau cuma sebuah lemari, Ursinus ogah disuap. "Pak Medellu sangat memegang prinsip kejujuran dan kedisiplinan. Dalam bekerja beliau lebih banyak melakukannya melalui tindakan nyata," cerita wanita yang 8 tahun bekerja bersama Ursinus. Yang lebih membahagiakan lagi, lanjut Hajaty, sikap jujur dan disiplin Ursinus diteladani dirinya dan anggota lantas lainnya. Ursinus berpesan pada anak buahnya tidak coba-coba mengambil yang bukan hak mereka. "Bila membeli barang harus ada bon. Bila ada uang sisa harus dikembalikan. Selain itu semua pertanggungjawaban keuangan harus lengkap dan tidak boleh meminta sesuatu dari kontraktor atau perusahaan jasa pengadaan barang (supplier)," tuturnya seperti dikutip dalam buku Ursinus buku Bhayangkara Pejuang Melawan Penjajah dan Arus Korupsi, terbitan Gramedia Pustaka. Begitu juga Jenderal Hoegeng. Kejujurannya selalu dijadikan teladan anak buahnya. Termasuk Ursinus yang sangat mengagumi Hoegeng.

6. Kesal lihat polisi korup

"Wid, sekarang ini kok polisi sudah kaya-kaya. Sampai-sampai sudah ada yang punya rumah di Kemang, dari mana duitnya itu?" Tulisan itu adalah memo dari mantan Kapolri Jenderal Hoegeng pada Kapolri Jenderal Polisi Widodo Budidarmo sekitar tahun 1977. Hoegeng kesal melihat polisi yang hidup mewah dari hasil korupsi. Sementara itu Ursinus begitu marah melihat kelakuan polisi lalu lintas yang korup. Begitu juga mendengar kelakuan petugas yang kerap memeras pengguna jalan. Saat itu sampai ada istilah 'prit jigo' atau 'KUHP' atau kasih uang habis perkara'.

7. Kesulitan punya rumah

Kapolri jenderal Hoegeng tak punya rumah pribadi. Baru setelah pensiun dia diberi rumah oleh Polri. Karena kesulitan membayar pajak, Hoegeng menjual rumah di Menteng itu dan membeli sebuah rumah di Depok. Ursinus juga demikian. Dia baru punya rumah setelah mencicil mess bekas milik Polri. Mess yang katanya berhantu itu dia cicil Rp 100.000, padahal uang pensiunnya cuma Rp 200.000. Bisa saja dua jenderal itu membeli 10 rumah mewah dengan uang korupsi. Tapi hal itu tak dilakukan.

*****


Maraknya pencurian kendaraan bermotor pada tahun 60-an menjadi ide awal perlunya kendaraan dilengkapi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Ternyata untuk mewujudkannya tidak mudah, Polri terbentur masalah biaya. Akhirnya, setelah berdiskusi dengan pihak Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya, Ursinus Elias Medellu sebagai penggagas membuat suatu proposal atau konsep surat keputusan tentang BPKB. Kala itu Ursinus merupakan Direktur Lalu Lintas Markas Besar Angkatan Kepolisian (MABAK) berpangkat komisaris besar.

Konsep itu selanjutnya diajukan ke Panglima Angkatan Kepolisian Jenderal (Kapolri) dengan anggaran Rp 34 juta. Karena tak ada biaya proposal pemohonan pendanaan diarahkan ke Departemen Keuangan. Proposal disetujui, kemudian disuruh mengajukan ke Bank Indonesia dengan sistem utang. Awal-awal Ursinus pusing memikirkan bagaimana cara mengembalikan uang pinjaman itu. Tetapi di luar dugaan pendapatan dari pembuatan BPKB melimpah ruah. Pada tahun 1968 proses pengurusan BPKB diberlakukan di Pulau Jawa dan Bali, Rp 500 untuk mobil dan Rp 300 buat motor.

Pada bulan pertama uang yang masuk ke kantong Korps Lalu Lintas Polri Rp 10 juta, dan meningkat dua kali lipat pada bulan kedua. Ursinus sangat terkaget-kaget, sungguh di luar perkiraannya. Memiliki posisi strategis tak lantas membuat Ursinus gelap mata. Sebenarnya mudah saja baginya untuk meraup keuntungan dari pendapatan tersebut. Tapi, se-sen pun Ursinus tak memanfaatkan pendapatan dari BPKB untuk memperkaya dirinya sendiri.

Rasa cintanya pada Korps Bhayangkara diwujukan dengan membangun kantor Direktorat Lalu Lintas, perumahan untuk perwira dan bintara, pusat pendidikan lalu lintas serta poliklinik. Semua biaya pembangunan diambil dari dana BPKB. Dengan tegas Ursinus mengatakan proyek BPKB bukanlah untuk mencari keuntungan.

"Dengan demikian jika ada anggapan bahwa BPKB diberlakukan untuk mencari dana, saya bisa mengatakan hal tersebut sama sekali tidak benar," kata Ursinus dalam buku Inspektur Jenderal Polisi DRS. Ursinus Elias Meddelu, Bhayangkara Pejuang melawan Penjajah dan Arus Korupsi terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Setelah menjabat sejak 1965, Ursinus oleh pimpinan Polri dipindahtugaskan menjadi Kapolda II Sumatera Utara pada 1972. Banyak para anggota yang merasa kehilangan. Di mata para anak buahnya, Ursinus merupakan sosok polisi yang patut dijadikan teladan.

"Pak Medellu sangat memegang prinsip kejujuran dan kedisiplinan," kenang Hajaty Chambo, Polwan yang selama delapan tahun menjadi sekretaris Ursinus.

Meski sudah tak lagi di Korps Lalu Lintas, Ursinus selalu mengingatkan agar membaliknamakan aset-aset. Sebab, sejumlah aset yang dibangun atas nama dirinya. Ketika itu memang secara institusi, polisi tak boleh membeli aset atau tanah. Padahal, tak susah bagi Ursinus yang pensiun dengan pangkat Inspektur Jenderal untuk mengusai aset-aset tersebut. Dia bersikeras seluruh aset harus dikembalikan ke polisi. Sekali lagi Ursinus menunjukan dirinya bukanlah polisi yang rakus akan harta dan jabatan. Dia mengutamakan kejujuran. Haram baginya memakan uang seperak pun yang bukan miliknya. Harusnya ini menjadi contoh bagi para polisi dari mulai bintara hingga jenderal.

"Sekalipun uang segudang di depan mata, semua tidak akan saya sentuh, karena itu bukan milik saya. Kalau saya melakukannya berarti saya mencuri. Mencuri itu dilarang Tuhan," ujarnya.

Andai saja mantan Kakorlantas Polri Irjen Djoko Susilo mau belajar dari Ursinus, mungkin dia tak akan terseret KPK.

Dari dulu banyak polisi lalu lintas yang memeras pengendara mobil dan motor. Kini sejumlah sopir truk mengeluhkan kelakuan polisi yang memeras mereka di jalan raya Tegineneng Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Kalau mau aman, sopir truk harus setor Rp 50.000-Rp 100.000.

Tahun 1960an, beredar sindiran untuk polisi lalu lintas yang nakal. Ada 'prit jigo', artinya setiap peluit berbunyi untuk menilang, Rp 25 diberikan sebagai uang damai. Ada juga istilah 'KUHP' alias 'Kasih Uang Habis Perkara'.

Semua istilah ini membuat Direktur Lalu Lintas Kepolisian Brigjen Pol Ursinus geram. Jenderal jujur ini kesal sekaligus malu menyaksikan kelakuan anak buahnya.

"Petugas kepolisian dan pelanggar lalu lintas lebih suka berkompromi daripada mencari penyelesaian secara hukum," kata Ursinus dalam buku Ursinus buku Bhayangkara Pejuang Melawan Penjajah dan Arus Korupsi, terbitan Gramedia Pustaka.

Dia memeras otak untuk melawan pelanggaran lalu lintas, sekaligus menghindari polisi-polisi nakal main di jalan. Ursinus akhirnya merumuskan sistem bukti pelanggaran alias Tilang yang kita kenal sekarang. Saat itu Ursinus dan Wakil Panglima Kepolisian Irjen Hoegeng Imam Santoso yang menciptakan surat tilang itu.

Ada lima warna dalam surat tilang yang dikeluarkan polisi. Merah untuk pelanggar, putih untuk pengadilan negeri, hijau untuk kejaksaan negeri, biru untuk bagian administrasi lalu lintas, kuning untuk bagian operasi lalu lintas.

Ursinus berharap tak ada lagi polisi yang memanfaatkan kesempatan. Dia prihatin melihat nilai polisi yang tak ada harganya, dikalahkan uang receh Rp 25 rupiah. Menurut putra sulung Ursinus, Elias Christian Medellu, ayahnya selalu siap 24 jam mendengar laporan jika ada polisi yang melanggar. Ursinus pun tak segan menghukum jika bawahannya melanggar. Ursinus sendiri tak cuma bisa menghukum bawahannya yang memeras rakyat. Dia mencontohkan bagaimana hidup tak korupsi, menjaga disiplin dan jujur. Karena itu hidup Ursinus walau berpangkat jenderal bintang satu ketika itu, pas-pasan. Bahkan dia harus meminjam uang mertua untuk menghidupi delapan anaknya.

"Kalau saya ingin kaya, saya tidak jadi polisi. Saya jadi polisi karena ingin mengabdi," kata Ursinus yang mungkin sudah dilupakan para polisi penerusnya.

(ian)
SUMBER : Note Facebook

Wanita Ini Dibesarkan Oleh Monyet



Kisah hidup Marina Chapman, seorang ibu rumah tangga asal Yorkshire, Inggris sungguh luar biasa, beberapa orang bahkan menganggap tak masuk di akal. Di usia 4 tahun, Marina mengaku dibius, diculik dari rumahnya di Kolombia, lalu entah bagaimana berakhir di hutan hujan tropis. Ia lalu dirawat dan dibesarkan di kawanan Monyet Capuchin. Belajar bertahan hidup, memanjat pohon, dan tidur di dahan.

Seperti halnya Tarzan, Marina merasa berutang budi pada keluarga monyet yang merawatnya, yang "lebih manusiawi" daripada orang-orang yang menculiknya.

Kisah Marina diawali suatu hari di tahun 1954. Kala itu ia sedang asyik bermain di kebun rumahnya di Kolombia. Tak menyadari ada bahaya mendekat. "Tiba-tiba aku melihat kilatan tangan hitam dan kain putih, menutup wajahku. Saat aku merasa syok dan terteror, aku mencium bau bahan kimia kuat," kata dia seperti dimuat Daily Mail (30/3/2013). Lalu, ia tak sadarkan diri. "Kupikir aku bakal mati." Saat tersadar, Marina mengaku mendengar suara mesin. Ia sadar berada di bagian belakang truk. Dan tak sendirian. "Aku mendengar suara tangis yang sesenggukan. Ada anak-anak lain di sana, yang ketakutan seperti aku," kata dia.

Tak sempat berbincang Marina kembali tak sadarkan diri. Lalu ia merasa bumi berguncang, ternyata ia berada di gendongan seseorang pria yang berlari. Pria yang lain ikut berlari di sebelah mereka. Dua pria itu membawanya ke hutan dan meninggalkannya di sana. Seorang gadis kecil, tak berdaya, di tengah hutan, melewati malam pertama sendirian.

Marina terbangun dalam kondisi ketakutan dan luar biasa lapar, ia menangis, namun tak ada satupun yang datang. Ia pun lantas kembali tertidur, dan saat terbangun monyet- monyet telah mengerumuninya.

Hidup Sebagai Monyet

Para monyet, sekitar 30 ekor, mengelilinginya. Satu di antaranya menghampiri dan memukulnya hingga terguling. Penampilan yang berbeda membuat para monyet menginspeksinya -- menarik-narik bajunya dan menjambak rambutnya. Marina meronta-ronta. "Aku berteriak, lepaskan aku! berkali-kali. Tapi monyet-monyet itu baru berhenti setelah menginspeksiku."

Lalu, suara jeritan mengagetkannya, seekor monyet menjatuhkan pisang yang ia bawa. Pisang itu masih hijau, belum matang. Para monyet berpesta pisang, Marina pun ikut bergabung. Saking laparnya. Lantas ia memutuskan untuk menghabiskan malam ketiganya di hutan bersama monyet. "Berada di sekeliling mereka membuatku merasa aman. Saat malam tiba, suara mereka membuatku nyaman."

Namun, ada juga pengalaman mengerikan, seperti saat Marina melihat kawanan monyet berkelahi dengan penyusup. Ia makin merasa kesepian karena hari demi hari tak ada orang yang menyelamatkannya. Untuk membunuh sepi, ia menirukan suara monyet. Untuk menyenangkan diri dan agar merasa nyaman mendengar suaranya sendiri. Tak disangka para monyet merespon suaranya.

Marina pun makin mirip monyet. Makin sering menggaruk badannya yang jadi tempat hidup banyak binatang kecil, termasuk kutu. Suatu hari ia merasakan sakit luar biasa di perutnya, hampir mati rasanya. Gara-garanya ia memakan buah asam. Di tengah perasaan tak karuan, muncullah kakek monyet, yang menggoyang badannya dengan lembut, mendorongnya, dan memintanya ikut. Susah payah berjalan dan berkali-kali jatuh, Marina menyusuri sungai berbatu. Perjalanan itu berakhir di sebuah genangan. Si kakek monyet mendorong kepalanya di cekungan itu. Khawatir bakal ditenggelamkan, Marina melawan sejadi-jadinya. Namun, saat melihat wajah kera tua itu, ia terkesiap. Binatang itu nampak tenang, tak marah. "Aku lantas beranggapan mungkin ia ingin menyampaikan sesuatu," kata Marina. Si kakek memintanya minum air berlumpur itu. Setelah minum dalam jumlah besar, Marina ambruk, terbatuk, dan memuntahkan banyak cairan asam dari lambungnya. "Pengobatan" itu berhasil. Perlahan Marina berjalan ke kawananya. "Kakek monyet nampak puas dengan usahanya, berbalik, lalu kembali ke pohonnya," kata dia. Sejak itu, sikap si kakek berubah, dari acuh dan curiga, menjadi pelindung sekaligus temannya. Lambat laun Marina berbaur dengan teman- temannya. Memberi mereka nama: Spot yang energik, Brownie yang lembut dan pengasih, Tip yang pemalu. Juga sahabatnya, Mia yang juga pemalu.

Setelah merasa diterima, ia belajar memanjat pohon. Otot-ototnya makin kuat. Saat sampai di sarang di puncak pohon untuk kali pertamanya, para monyet acuh saja. Merasa kehadiran Marina di teritori mereka sebagai hal wajar.

Marina kecil masih kerap menangis sedih, terutama di malam hari, namun kebersamaannya dengan keluarga barunya membuatnya lambat laun melupakan kesedihannya.

Bertemu Manusia

Makin besar kemampuannya, makin kuat daya jelajah Marina. Hingga suatu hari ia menemukan sekelompok gubuk. Memberanikan diri mendekat, ia bertemu dengan seorang ibu dan anaknya yang baru lahir.

"Perasaanku bergejolak melihatnya, merasakan perasaan yang dibutuhkan semua manusia: untuk dicintai. Namun saat melihat ke mataku, hanya ada ketakutan di wajah perempuan itu."

Perempuan itu lalu berteriak, membuat seorang pria berlari dari gubuk dan menangkap Marina. Pria itu lalu memaksa membuka mulutnya untuk memeriksa gigi- giginya. Tak ada yang runcing. Lalu melepasnya.

"Aku mencoba memohon padanya, minta makanan dan tempat tinggal, namun suara dan tindakanku lebih mirip monyet daripada manusia. Tanpa ragu, ia meninggalkan aku. Lalu, aku kembali ke hutan dengan perasaan terluka," kata Marina.

Hari itu, ia mendapat pelajaran berharga. Keluarga bisa ditemukan di mana saja, di mana kita merasa dicintai dan diperhatikan. Saat itu, ia menepis keinginannya untuk kembali ke kehidupan manusia. "Monyet, bukan manusia, adalah keluarga saya."

Kembali ke Peradaban

Kehidupan Marina yang mirip Tarzan berakhir setelah keberadaannya diketahui sejumlah pemburu.Pemburu itu itu menukarnya dengan seekor burung beo di tempat prostitusi, melarikan diri sebelum melayani lelaki hidung belang pertamanya, menjadi pemimpin geng anak-anak, dan berakhir di Bradford, Inggris. Ia lalu diadopsi sebuah keluarga di Bradford, belajar menjadi koki, bekerja di National Media Museum, banting setir dengan berkarir membantu anak-anak bermasalah setelah menikah dengan ahli bakteri di tahun 1970- an. Kini Marina hidup tenang di Inggris dengan suami dan anak-anaknya. Kisah hidupnya yang dulu tersembunyi saat ini diketahui dunia.


SUMBER : yahoo news

Popeye Dunia Nyata

Seorang pria muda asal Mesir, Moustafa Ismail, memiliki otot bisep yang menyerupai tokoh kartun Popeye si pelaut. Dengan lingkar bisep mencapai 78 sentimeter, Moustafa berhasil memecahkan rekor Guiness tahun lalu.

Namun, untuk mendapatkan bentuk badan seperti Popeye, pria 24 tahun ini harus bekerja keras. Moustafa mengaku harus berlatih di gym 70 jam sepekan dan mengonsumsi 3,1 kilogram daging, empat kilogram karbohidrat, serta tiga galon air.

Dilansir laman Dailymail pekan ini, Moustafa mengaku minder karena memiliki tubuh yang gemuk saat dia kecil. "Aku selalu merasa malu tiap kali ibuku meminta untuk berenang di kolam renang. Karena tubuhku gemuk, aku tidak berani membuka baju dan mengenakan kaos selama berenang," ujar Moustafa. Setelah berhasil memecahkan rekor dunia, nama Moustafa yang biasa dijuluki "si besar Mo", terkenal seantero negeri.

Bahkan, banyak orang yang penasaran dengan keaslian otot bisep Moustafa dan ingin memegangnya secara langsung. "Ketika aku bertemu banyak orang di jalan, mereka mengatakan terinspirasi oleh pencapaianku dan kembali berolahraga. Sementara, yang lainnya mengatakan termotivasi untuk melakukan hal serupa tanpa menggunakan obat- obatan," ungkap Moustafa bangga.

Tidak seperti tokoh Popeye dalam film kartun, Moustafa mengaku sangat membenci sayuran bayam. Menurut dia, bayam adalah makanan yang paling anti dia konsumsi. "Aku suka ayam dan daging, serta makanan lainnya, selama bukan bayam," ujarnya.

Walau banyak yang mengagumi bentuk tubuh Moustafa, tidak sedikit yang menuduhnya menggunakan steroid dan obat-obatan tertentu. Pengagum Arnold Schwarzenegger ini membantah tuduhan tersebut dengan mengikuti sebuah reality show di Jepang yang mengharuskannya melalui mesin pemindai untuk membuktikan otot bisepnya asli.

Moustafa mengaku belum puas dengan bentuk tubuhnya saat ini. Dia berencana untuk membuat bahunya lebih besar ketimbang otot bisepnya. "Aku akan mencoba, tetapi itu akan membutuhkan usaha yang tidak sedikit. Anda harus fokus secara mental dan menyiapkan diri Anda sendiri. Aku dapat melakukannya jika terus berusaha dan sepertinya ambisi itu akan tercapai dalam waktu satu tahun," ujar pria yang sehari- harinya bekerja sebagai asisten manajer sebuah SPBU di Amerika Serikat ini.


SUMBER : vivanews

Nyunggi Wakul



'Nyunggi wakul' merupakan bahasa jawa yang artinya “meletakkan bakul diatas kepala”. Bakul adalah tempat nasi. Secara pemaknaan budaya dan politik, bakul adalah perlambang kesejahteraan rakyat. Nyunggi wakul adalah meletakkan bakul diatas kepala. Presiden sampai lurah adalah orang yang digaji rakyat untuk nyunggi wakul. Bakul rakyat saja sudah lebih tinggi derajatnya dibanding kepala pejabat, apalagi rakyat. Filosofi substansialnya begitu. Maka seluruh pasal konstitusi, hukum dan aturan-aturan apapun dalam kehidupan bernegara, mengacu pada derajat kedaulatan rakyat yang terletak diatas kepala pejabat dan bukan sebaliknya.


SUMBER : Facebook Lukman Junaedi http://www.facebook.com/lukman.junaedi.1

More Search

 
Support : Dluvux Copyright © 2013. Dluvux Blog - All Rights Reserved
Proudly powered by Dluvux